$type=ticker$count=15$cols=4$cate=0

Memahami makna sesungguhnya kembali kepada Fitrah

Al Qur’an menjelaskan sedikitnya 19 ayat kepada kita yang berkaitan dengan masalah fitrah. Akan tetapi hanya di dalam surat Ar Rum ayat ...

Fitrah

Al Qur’an menjelaskan sedikitnya 19 ayat kepada kita yang berkaitan dengan masalah fitrah.
Akan tetapi hanya di dalam surat Ar Rum ayat 30 sampai dengan 32, Allah SWT menjelaskan dengan gamblang makna fitrah itu sendiri yang berbunyi,

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.
Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah shalat dan jangan kamu termasuk orang~orang yang mempersekutukan Allah.
Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.
 Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

Yang harus kita pahami dari ayat-ayat di atas ialah kita diharuskan menghadapkan wajah kita lurus kepada agama ini, yakni agama Islam.
Mengapa yang diperintahkan ialah wajah? Sebab wajah merupakan merupakan representatif dari keseluruhan tubuh kita dan merupakan sebuah simbol kehidupan kita.

Oleh karenanya kita diperintahkan untuk menghadapkan "hidup" dan "kehidupan" kita kepada agama yang sesuai dengan fitrah Allah SWT ini.
Sebab Islam yang Allah SWT turunkan merupakan agama yang tepat untuk kehidupan manusia.

Din dengan makna yang sesungguhnya ialah Sistem keseluruhan alam semesta ini yang tetap tunduk dan patuh kepada aturan Allah SWT yang telah ditetapkan terhadap alam semesta itu yang kemudian kita sebut sebagai Sunatullah. Maka semua itu kemudian tetap menjadi hukum Allah SWT dan bukan menjadi hukum alam.

Fitrah menurut bahasa arab yang berarti kejadian, kembali ke asal dan kejadian yang suci.
Sehingga dari segi bahasa fitrah itu berarti penciptaan dan kejadian.
Secara agama manusia seluruhnya yang baru saja dilahirkan telah mengakui ketuhanan Allah SWT yang siap dan mampu untuk senantiasa mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Al Araf ayat 172 yang berbunyi,
 “Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu? ‘ Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikiaan itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

Manusia yang lahir seluruhnya tidaklah bebas nilai, manusia lahir telah memiliki keberpihakan kepada tauhid kepada ke Esaan Allah SWT.
Imam Al Kurtubi mengatakan bahwa Fitrah merupakan kesucian jiwa. Hal ini berkaitan dengan ketetapan Allah SWT bahwa sesungguhnya manusia sejak lahir telah dalam keadaan suci dan tidak memiliki dosa.

Sedangkan menurut Ibnu Katsir bahwa Fitrah berarti mengakui ke-Esaan Allah SWT.
At Tobbari di dalam tafsirnya mengatakan bahwa Fitrah berarti murni atau ikhlas.
Sebab manusia sejak lahir sudah menjadi murni dan ikhlas di dalam menjalankan aktivitasnya.
Sedangkan Buya Hamka menjelaskan bahwa fitrah merupakan rasa murni di dalam jiwa yang belum dirasuki oleh pengaruh dari hal-hal lainnya.
Ada pula yang menafsirkan bahwa fitrah merupakan kecenderungan di dalam dirinya untuk mencari sebuah kebenaran sekalipun hal tersebut bersemayam di dalam hati kecilnya yang terkadang telah menemukan kebenaran akan tetapi kemudian dipengaruhi oleh faktor lainnya dari luar diri manusia dan pada akhirnya mengubah pilihan kebenaran tersebut.

Tidak hanya itu, ada pula yang mengatakan bahwa fitrah berkaitan dengan agama yaitu kejadian. Bahwa agama Islam bersesuaian dengan kejadian serta fitrah manusia, dan semua ini tidak akan berubah selamanya,Manusia jika dibiarkan untuk berfikir positif tanpa adanya intervensi dan yang lainnya maka dia akan sampai pada tauhid Allah SWT dan syariatnya.
Akan tetapi jika dirinya telah terpengaruh dengan faktor lainnya seperti budaya, adat istiadat dan lainnya maka dirinya kemudian menjadi jauh dari tauhid Allah SWT.
Sehingga makna yang tersirat dari kata fitrah, pertama adalah kesucian jasmani dan rohani manusia. Manusia sejak awal dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci.

Kedua, keberpihakan manusia terhadap tauhid ke~Esaan Allah SWT dan Dinnul Islam. Sebab potensi dasar manusia untuk beribadah kepada Allah SWT dengan murni dan ikhlas untuk mengharap ridho Allah SWT.

Ketiga, sejauh mana keberhasilan seseorang tergantung dengan bagaimana sentuhan lingkungan dan orangtuanya. Sekalipun dirinya memiliki dasar untuk bertauhid kepada Allah SWT, akan tetapi seiring perkembangan zaman kemudian dirinya berubah karena keluarganya yang acuh terhadap perubahan tersebut, kemudian lingkungan yang tidak lagi mendukung maka dirinya kemudian akan berubah menjadi jauh dari fitrahnya tersebut.
Maka tetap jadikan diri kita sebagai manusia yang fitrah sebagaimana kita dilahirkan oleh Allah SWT
ke dunia ini dengan bertauhid kepada Allah SWT.

Jangan jadikan lingkungan sekitar dan dorongan syetan untuk kemudian menjadikan kita lupa akan tujuan hidup manusia ini di dunia.
Karena tidak akan ada manusia yang tidak bisa berubah untuk tetap menjadikan tujuan hidupnya lurus terhadap agama Islam karena agama Islam adalah agama terbaik dan sempurna yang Allah SWT berikan kepada kita dengan segala ketentuan dan tuntunan hidup kita.

Oleh : Ade Cholifah, Lc

COMMENTS

Nama

Kisah Sahabat Nabi,5,Sahabat nabi,3,Sejarah,1,Tokoh,9,
ltr
item
Barisan Teratur Kuat Dan Terarah: Memahami makna sesungguhnya kembali kepada Fitrah
Memahami makna sesungguhnya kembali kepada Fitrah
https://3.bp.blogspot.com/-ygf4i2qfatQ/W0HgANPKCJI/AAAAAAAAAIE/o84Tb3qtZI4-f_zpQtI7XD-Ae-FUSeR8QCLcBGAs/s320/fitrah%2Bmanusia.png
https://3.bp.blogspot.com/-ygf4i2qfatQ/W0HgANPKCJI/AAAAAAAAAIE/o84Tb3qtZI4-f_zpQtI7XD-Ae-FUSeR8QCLcBGAs/s72-c/fitrah%2Bmanusia.png
Barisan Teratur Kuat Dan Terarah
http://www.barisanku.com/2018/07/memahami-makna-sesungguhnya-kembali.html
http://www.barisanku.com/
http://www.barisanku.com/
http://www.barisanku.com/2018/07/memahami-makna-sesungguhnya-kembali.html
true
5989633424815439455
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BUKA SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- ”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56) ----