$type=ticker$count=15$cols=4$cate=0

Kehidupan Yang Hakiki - Si Smart People

Sering kali gebyar kemerlapan serta kemewahan duniawi mudah membuat manusia terlena. Apalagi ketika banyak perlengkapan hidup dengan seg...


Sering kali gebyar kemerlapan serta kemewahan duniawi mudah membuat manusia terlena. Apalagi ketika banyak perlengkapan hidup dengan segala kemajuan, kemudahan, dan kenikmatan yang seakan semakin mengepung kita di dunia.

Semua itu kerap sekali menggoda dan melalaikan manusia. Munculah berbagai prinsip hidup materialisme (hidup hanya untuk tujuan materi), hedonisme (hidup hanya untuk tujuan kesenangan), permisivisme (serba memperbolehkan kesenangan), dan lain sebagainya. Dalam keadaan seperti itu, nasehat seseorang dianggapnya angin lalu, apalagi jika banyak teman yang mendukungnya. Mereka seakan merasa benar sendiri.

Allah Swt berfirman:

اَ لْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ٠ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرِ ٠ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ٠ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ٠ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنَ ٠ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَ ٠ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنَ ٠ ثُمَّ لَتُسْئَلُنَّ يَوْ مَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ

Artinya :Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1-8).


Lalu apa yang dimaksud dzikrul maut?

Dzikrul maut ialah mengingat tentang kematian. Ketika kematian tiba, maka hilanglah segala kenikmatan yang telah dirasakanya. Ada seorang bijak yang mengatakan : 
"sesungguhnya secara umum, Allah hanya memberi satu kenikmatan saja, yakni bernapas". Begitu napas berhenti, maka berhenti pula berbagai kenikmatan yang ada.

Banyak manusia yang tidak sadar, bahwa detak jantung yang berlalu, denyut nadi yang bergetar, serta detik-detik masa yang terlewat sesungguhnya tidak lain hanyalah langkah-langkah nyata yang akan semakin mendekatkan kita pada titik takdir kematian.

Karena tidak disadari, maka kematian datangnya tampak selalu mendadak dan mengejutkan. Acapkali seseorang sedang menikmati kenikmatan dunianya, hanyut dalam kesenangan dunianya, tiba-tiba malaikat maut datang menjemput tanpa kompromi.

Dengan tiba-tiba, detakan jantungnya dihentikan buat selamanya. Kemanapun kita berlari, dan dimanapun kita berada, kematian akan datang menjemput. Karena sejatinya,  kita hanya menunggu giliran.
Allah berfirman:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذى تَفُِّرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu. Kemudian, kamu akan dikembalikan kepada (Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata....." (Q.S al-Jumuah : 8)

Lazimnya, persepsi tentang manusia pintar ialah dia yang memiliki IQ (intelligence quotient) tinggi, menguasai iptek, kreatif dan semacamnya. Agar anaknya menjadi seperti itu, orang tua tak segan-segan mengeluarkan biaya tinggi sampai menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Kepintaran seringkali diukur oleh sederetan titel dan gelar keilmuan.

Barangkali, bila hidup itu cuma di dunia saja, maka gambaran yang demikian itu ada benarnya. Tetapi, hidup di dunia hanyalah sementara. Kelak, kehidupan di akhiratlah yang abadi
"Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal(Q.S. Al-A'laa :17)"
Kualitas manusia cerdas seperti itu sangat rendah. Sebab, cakupan orientasinya hanya duniawi semata.

Baca juga: Istidraj

Artinya, orang yang berhasil mengumpulkan berbagai prestasi dunia, harta melimpah serta jabatan tinggi akan sia-sia bila setelah mati justru sengsara selamanya.

Pemikiran sempit yang hanya terpaku oleh duniawi justru merupakan simbol kedunguan yang terlalu.

Untuk itu, Rasulullah Muhammad Saw memberikan rumusan yang lain. "Bahwa manusia cerdas ialah yang memperbanyak ingatanya kepada kematian. Serta memperbanyak persiapanya untuk menghadapi kematian"

Dengan mengingat mati, maka kehidupan di dunia tidak hanya untuk bersenang-senang tetapi juga untuk ladang beramal baik sebanyak-banyaknya.

"Secerdas-cerdas manusia ialah yang memperbanyak ingatanya kepada kematian. Serta, yang terbanyak persiapanya untuk menghadapi kematian" (H.R Ibnu Majah)

Orang yang lupa akan kematian akan terasa berat ketika beribadah.
Karena, ia dikejar-kejar oleh kenikmatan dan kemewahan duniawi. Baginya, masalah akhirat dianggap tidak berguna. Kalaupun ada niat beribadah, maka akan ditunda-tuna menunggu nanti kalau sudah tua.

Padahal, datangnya maut siapa yang tahu. Bisa jadi sore, atau malam nanti. Bila sudah saatnya, maka kita tak akan bisa menghindarinya dan tidak bisa pula di majukan walaupun satu detik saja.

"Cukuplah kematian itu sebagai penasihat" (H.R Thabrani dan Baihaqi)

Oleh karenanya maka janganlah menunda-nunda ibadah. Laksanakanlah kewajiban beribadah dengan segera, seolah maut akan menjemput. Dengan demikian, ibadah akan terasa ringan.

Hawa nafsu yang selalu mencintai dunia hendakalah dikendalikan dengan mengingat mati. Dengan begitu, angan-angan tentang kemewahan dunia dapat dikendalikan. Ingatlah bahwa,
"pakaian mahal dan indah yang kita banggakan akan ditinggalkan dan menjadi barang yang tak berguna di alam kubur".

Sebab, kain yang kita bawa hanyalah kain kafan saja. Tempat yang akan kita tempati hanyalah liang sempit yang gelap dan sendirian.

"Perbanyaklah mengingat kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan dunia" (H.R Ibnu Abid Dunya)

Dengan menyadari keadaan masa depan yang akan kita hadapi, maka kekayaan dunia menjadi tiada arti. Dengan begitu kita akan mudah mengeluarkan zakat dan juga sedekah. Dan dengan demikian, kita akan mempunyai tabungan amal akhirat.

COMMENTS

Nama

kehidupan,1,Kisah Sahabat Nabi,5,Sahabat nabi,3,Sejarah,1,Tokoh,9,
ltr
item
Barisan Teratur Kuat Dan Terarah: Kehidupan Yang Hakiki - Si Smart People
Kehidupan Yang Hakiki - Si Smart People
https://1.bp.blogspot.com/-XsP2lUZY6U0/XVwX2mx_jQI/AAAAAAAAAJ4/JZiYbX2IMxIZo6a8bqoprR-3B8I9PscEwCLcBGAs/s1600/20190820_225259.png
https://1.bp.blogspot.com/-XsP2lUZY6U0/XVwX2mx_jQI/AAAAAAAAAJ4/JZiYbX2IMxIZo6a8bqoprR-3B8I9PscEwCLcBGAs/s72-c/20190820_225259.png
Barisan Teratur Kuat Dan Terarah
http://www.barisanku.com/2019/08/kehidupan-yang-hakiki-si-smart-people.html
http://www.barisanku.com/
http://www.barisanku.com/
http://www.barisanku.com/2019/08/kehidupan-yang-hakiki-si-smart-people.html
true
5989633424815439455
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts BUKA SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
--- ”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56) ----